Selasa, 20 Oktober 2009

Kalimat yang Efektif

oleh Masnur Muslich

Kalimat yang efektif memiliki kemampuan atau tenaga untuk menimbulkan kembali gagasan pada pikiran, pendengar atau pembaca identik dengan apa yang dipikirkan pembicara atau penulis. Di samping itu, kalimat yang efektif selalu tetap berusaha agar gagasan pokok selalu mendapat tekanan atau penonjolan dalam pikiran pembaca atau pendengar.

Kesatuan Gagasan
Setiap kalimat yang baik harus jelas memperlihatkan kesatuan gagasan, mengandung satu ide pokok. Kesatuan gagasan diwakili oleh Subjek, predikat dan objek. Kesatuan yang diwakili oleh subjek, predikat dan objek itu dapat berbentuk kesatuan tunggal, kesatuan gabungan, kesatuan pilihan, dan kesatuan yang mengandung pertentangan.

Contoh yang jelas kesatuan gagasannya

1. Kesatuan Tunggal
• Kita bisa merasakan dalam kehidupan sehari hari, betapa emosi itu sering kali merupakan tenaga pendorong yang amat kuat dalam tindak kehidupan kita.
• Pimpinan perguruan tinggi sadar bahwa pelayanan kurikuler ini akan berhasil baik bila penyempurnaan sistem perkuliahan dan tenaga pengajar disertai dengan penyempurnaan perpustakaan, laboratorium, peralatan, gedung, dan administrasi

2. Kesatuan Gabungan
• Tugas pengolah data memerlukan keahlian tersendiri terutama dalam merakit data dan mempunyai pandangan yang luas terhadap datanya.

3. Kesatuan Pilihan
• Penelitian dapat dilakukan secara kelompok atau sendirian dengan berbagai pertimbangan dan keperluan.

4. Kesatuan yang Mengandung Pertentangan
• Dalam penelitian secara teknis, personal kelompok penerima data adalah petugas di belakang meja tetapi dalam praktik kadang-kadang dijumpai sebagai pengolah data.

Kesatuan gagasan biasanya menjadi tidak jelas karena kedudukan subjek atau predikat tidak jelas. Terutama karena salah menggunakan kata-kata depan. Kesalah lain terjadi karena kalimatnya terlalu panjang sehingga penulis atau pembicara sendiri tidak tahu apa sebenarnya yang ingin di tulis atau dikatakan.

Contoh yang tidak jelas kesatuan gagasannya
1. Di daerah-daerah sudah mempunyai lembaga bahasa
2. Kebutuhan akan makan oleh manusia tidak dapat menunggu sampai hari esok
3. Terhadap orang yang lebih tinggi umurnya dan atau kedudukannya berbeda caranya

Koherensi Yang Baik dan Kompak
Yang dimaksud dengan koherensi atau perpaduan yang baik dan kompak adalah hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur kata yang membentuk kalimat itu. Kesalahan yang sering kali merusak koherensi adalah menempatkan kata depan atau kata penghubung yang tidak sesuai pada tempatnya.

a. Koherensi rusak karena tempat kata dalam kalimat tidak sesuai dengan pola kalimat.
Contoh ( + ):
- Ketua STIKIM tidak mengizinkan mahasiswanya mengikuti ujian di kampus kemarin Sabtu, karena belum melunasi SPP.
Contoh ( - ):
- Mahasiswa kemarin Sabtu di kampus Ketua STIKIM tidak mengizinkan mengikuti ujian karena belum melunasi SPP.

b. Koherensi rusak karena salah menggunakan kata kata depan, kata penghubung, dan sebagainya
Contoh :
1. Interaksi antara perkembangan kepribadian dan perkembangan penguasaan bahasa menentukan bagi pola kepribadian yang sedang berkembang (tanpa bagi)
2. sejak lahir manusia memiliki jiwa untuk melawan kepada kekejaman alam, atau kepada pihak lain karena merasa dirinya lebih kuat (tanpa kepada)

Pola kesalahan semacam ini sering kali terjadi, terutama bila menghadapi bentuk-bentuk kalimat yang mirip.
Contoh
a. Benar: membahayakan negara, berbahaya bagi Negara
Salah: membahayakan bagi negara
b. Benar: membicarakan suatu masalah, berbicara tentang suatu masalah
Salah: membicarakan tentang suatu
c. Benar: mengharapkan belas kasihan, berharap akan belas kasihan
Salah: mengharapkan akan belas kasihan
d. Benar: menceritakan peristiwa itu, bercerita tentang peristiwa itu
Salah: menceriterakan tentang peristiwa itu
e. Benar: saling membantu, bantu-membantu
Salah: saling bantu-membantu

c. Kesalahan karena pemakaian kata, baik karena merangkaikan dua kata yang maknanya tidak tumpang tindih, atau hakikatnya mengandung kontradiksi
contoh:
1. Banyak para peninjau yang menyatakan bahwa perang yang sedang berlangsung itu merupakan Perang Dunia di Timur Tengah (atau banyak peninjau atau para peninjau; makna banyak dan para tidak tumpang tindih).
2. Sering kita membuat suatu kesalahan-kesalahan yang tidak kita sadari (suatu kesalahan atau kesalahan-kesalahan)

Penekanan
Inti pikiran yang terkandung dalam tiap kalimat (gagasan utama) haruslah dibedakan dari sebuah kata yang dipentingkan.

a. Mengubah-ubah posisi dalam kalimat
Sebagai prinsip dapat dikatakan bahwa semua kata yang ditempatkan pada awal kalimat adalah kata yang dipentingkan, untuk mencapai efek yang diinginkan sebuah kalimat dapat dirubah-rubah strukturnya dengan menempatkan sebuah kata yang dipentingkan pada awal kalimat.
Contoh:
- Kami berharap pada kesempatan lain kita dapat membicarakan lagi soal ini
Kalimat di atas menunjukkan bahwa kata yang dipentingkan adalah kami (berharap), di samping kami kita dapat memberi penekanan pada kata-kata lainnya: harap, pada kesempatan lain, kita, soal ini. Kata-kata tersebut dapat ditempatkan pada awal kalimat, dengan konsekuensi kalimat di atas bisa mengalami perubahan strukturnya asal isinya tidak berubah.
Contoh:
- Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
- Pada Kesempatan lain kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini
- Kita dapat membicarakan lagi soal ini pada kesempatan lain, demikian harapan kami
- Soal ini dapat kita bicarakan pada kesempatan lain, demikian harapan kami

b. Menggunakan repetisi
Repetisi adalah pengulangan sebuah kata yang dianggap penting dalam sebuah kalimat.
Contoh:
(-) Harapan kita demikianlah dan demikian pula harapan setiap pejuang
(+) Demikianlah harapan kita dan harapan setiap pejuang

c. Pertentangan
Pertentangan dapat pula dipergunakan untuk menekan suatu gagasan. Kita bisa saja mengatakan secara langsung hal-hal berikut dengan konsekuensi bahwa tidak terdapat penekanan.
- Anak itu rajin dan jujur. Ia menghendaki perbaikan yang menyeluruh di perusahaan itu
Agar kata rajin dan jujur serta menghendaki perbaikan yang menyeluruh dapat lebih ditonjolkan, maka kedua gagasan itu ditempatkan dalam suatu posisi pertentangan, misalnya:
- Anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur. Ia tidak menghendaki perbaikan yang bersifat tambal sulam tetapi perbaikan yang menyeluruh di perusahaan itu

d. Partikel Penekan
Dalam bahasa Indonesia terdapat beberapa partikel yang berfungsi untuk menonjolkan sebuah kata atau ide dalam sebuah kalimat. Partikel-partikel (imbuhan) yang dimaksud adalah: lah, pun, kah.
Contoh:
- Saudaralah yang harus bertanggungjawab dalam soal itu
- Kami pun turut dalam kegiatan itu
- Bapaklah yang harus lebih dahulu memberi contoh

Latihan

I. Tentukanlah jenis kesatuannya?
1. Kemajuan manusia dalam segala bidang dibatasi oleh pengetahuan yang diperoleh dan digunakan secara efektif oleh masyarakat
2. Ada juga yang berpendidikan SMP dan SMA, tetapi sedikit sekali yang memperoleh pendidikan kejuruan
3. Sudah dirintis pencocokan waktu dan program, tetapi penjadwalan waktu amat sukar diatur
4. Bencana yang menimpa wilayah itu harus segera diatasi, atau kita membiarkan penduduknya musnah total dari muka bumi ini
5. Saya pikir masalah yang terpenting dalam penataan ini bukanlah soal kebutuhan masyarakat, melainkan alokasi dan tenaga

II. Perhatikanlah kalimat-kalimat di bawah ini, dengan saksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya, lalu perbaiki.
1. Di negara-negara itu bahaya–bahayanya penyakit tersebut masih dikhawatirkan akan selalu mengancam setiap waktu
2. Tak lupa saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas perhatian bapak yang mana telah sudi membimbing kami dan memberikan kritik-kritik, bila ada kesalahan-kesalahan/kekurangan-kekurangan dalam karya saya ini, mohon dimaafkan
3. Di dalam keluarga di mana dua orang manusia, dengan kuasa yang diterima dari Allah sendiri, mampu menciptakan seorang manusia baru
4. Kegunaan dengan adanya gedung sekolah dalam menjalankan pendidikan, tentu saja di sini meliputi kegunaan dari sekolah-sekolah yang rendah tingkatannya sampai kepada sekolah tinggi
5. Selain udara, matahari juga berguna bagi pembentukan Vitamin D dan pembentukan pada tulang
6. Demi untuk kepentingan saudara sendiri, saudara dilarang merokok
7. Buku itu saya sudah baca hingga tamat

Jawab
I. 1. Tunggal
2. Tentangan
3. Tentangan
4. Pilihan
5. Tentangan

II.
1. Di Negara itu, penyakit-penyakit berbahaya masih dikhawatirkan akan selalu mengancam setiap waktu
2. saya mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian, bimbingan juga kritikan yang diberikan dan saya mohon maaf bila ada kesalahan dalam karya saya ini
3. Dengan kuasa Allah, di dalam keluarga, dua orang manusia, mampu menciptakan seorang manusia baru
4. Kegunaan gedung sekolah dalam menjalankan pendidikan yang meliputi sekolah yang rendah tingkatannya sampai pada sekolah tinggi
5. Selain udara, matahari juga berguna bagi pembentukan vitamin d dan tulang
6. Demi kepentingan saudara sendiri, saudara dilarang merokok
Atau Untuk kepentingan saudara sendiri, saudara dilarang merokok
7. Buku itu sudah saya baca hingga tamat
- sudah saya baca buku itu hingga tamat
- saya sudah membaca buku itu hingga tamat

1 komentar:

Salmawati Amir mengatakan...

thanks a lot pak,,,